Balada Indent R15 Yang Mencapai Nomor Urut 1925, Salah Siapa?

image

RRA Blog – Balada lagi… balada lagi…. soal indent si baby R6 itu yang salah siapa sih? Memang yang namanya pengindent itu umumnya niat membeli motor tersebut… RRA dulu jua pernah mengalami jadi pengindent setia sampai hampir 1 tahun untuk beli byson :mrgreen:  Biasa lah Yamaha… kalo mau beli ya harus sabar dan berjiwa besar 🙂

So problemnya adalah di soal quota yang cuma 1500 namun ternyata ada pengindent di nomor 1900 an dan dapet edisi special pula… permainankah?
IHMO bagi RRA sih yang namanya booking itu umumnya disana ada administrasi dalam jumlah tertentu yang harus dibayarkan sebagai tanda keseriusan. Misal bayar dulu 3 jeti gitu. Nah.. meskipun kuota hanya 1500, sangat memungkinkan untuk pembooker lebih dari 1500 dikarenakan dari 1500 tersebut belum tentu benar benar jadi membeli meskipun sudah bayar booking fee. Lha ini yang sudah bayar dalam jumlah tertentu saja ada kok kemungkinan untuk cancel, apalagi yang belum bayar apa apa dan tanpa confirmasi lebih lanjut… yaa jelas lah cancel secara otomatis.

Trus Apakah mungkin ada kejadian cancel beli lha wong keliatannya banyak yang menyatakan jadi beli ditambahi embel embel “pasti”? Sangat mungkin mas bro… biasanya masalahnya ada di metode pembayarannya. Misal kredit… ga lulus inspeksi lah, masuk ke dalam Black list BI, sampai dengan kurang setuju sama bunga dan cicilannya..bahkan dengan pembayaran cash pun ada masalahnya kok… misal ternyata duit yang ready masi ada di depositokan… atau posisi duit masi dalam bentuk motor lama dan belum laku terjual, dll. Intinya masalah orang itu macem – macem dan kita ga akan tau semuanya kecuali situ dewa. 

So… bila kita memposisikan dirikita sebagai pedagang… situ punya barang yang mau dijual.. eh ada orang yang niat beli lewat telpun dan janji akan dibayar tanggal sekian… ternyata sampai mendekati tanggal tersebut si pembeli ga ada kabar… bukankah situ ketar ketir mas bro? Mana duit mandeg lagi… apa ga mendingan situ cari 3-4 pembeli lagi???  Syukur sukur si pembeli serius dan bayar DP dulu. So begitu pembeli pertama cancel atau masalah dipembayaran… jelek jeleknya situ masi ada pembeli lain kan? Yang penting pokoknya baran habis lah.. duit muter… gajian karyawan ga telat, semua senang bukan?

Kalo saklek… misalkan kalo penginden 1500 ya harusnya 1500 aja dong.. ga boleh lebih dari itu… nah… bila 500 orang dari 1000 orang tersebut terkena masalah di pembayaran dan ga jadi / ga bisa beli yang artinya 500 item tak terjual maka pertanyaan simple dari RRA yaitu, bila situ jadi posisi pedagang… maukah situ saklek dengan Quota 1500 mu demi idealis mu itu dan membiarkan karyawanmu menanggung semua akibatnya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s