Review Game RIDE Versi RRA Blog

Ride Promotion

RRA Blog – Sudah banyak tau informasi tentang game buatan Milestone yang satu ini, dan RRA baru bisa review setelah 9 jam dimaenkan biar reviewnya lebih maximal. Berikut spec kompi RRA sebagai bahan uji coba

  • Intel Pentium i3 2100 3.0 Ghz
  • Pixelview – G-Force GT 430 1 Gb DDR 3 overclock GPU 830 Memory 900
  • Ram 6 Gb DDR 3
  • Resolusi 1600 x 900 pixel

Graphic

Untuk Game yang satu ini, menurut RRA memiliki graphic yang tidak terlalu baik, banyak noise dan detail pixel yang berantakan…

RIDE - Ducati Monster

RIDE – Ducati Monster

eittss.. hal ini mungkin dikarenakan spec komputer RRA yang ketinggalan jaman (spec komputer jaman RRA masih kuliah sekitar 5 tahun yang lalu) sehingga tidak mampu menampilkan detail dari motor dengan baik. Namun untuk graphic pemandangan, shadow, dan motor COM tertampil dengan cukup tajam.

Muffler Sound

Untuk game sekelas simulasi, apa sih yang paling ingin didengar? yap… suara knalpot motor dari tiap tiap motor mas bro… suara knalpot identik dengan aslinya mas bro…beda motor ya beda suara knalpotnya. Jadi yang seneng blayer blayer motor pasti suka sama game yang satu ini, benar-benar nilai plus. Namun sayangnya… muffler sound ini tidak dikerjakan dengan baik… masih ada kekurangannya yaitu ketika motor sudah diganti knalpotnya dengan aftermarket. Bila diperhatikan tidak ada bedanya antara stock muffler dengan aftermarket muffler. Sungguh sayang sekali kurang sempurna

Gameplay

Game ini saya rasa fun to ride, lebih ke arcade ketimbang ke arah simulasi. Bila yang sudah terbiasa sama Grand Turismo atau Tourist Trophy ++, kita tahu bahwa tiap kendaraan memiliki cara mengemudi yang berbeda-beda. Bahkan sampai sudut putar kendaraan pun dapat kita rasakan lho. over steer under steer sangat terasa bila memainkan game GT atau TT, sedangkan di Ride ini tidak demikian… lebih ke arcade atau bila dibandingkan malah lebih mirip dengan MOTO GP 2014, secara feel mengemudinya

Spesification

Game ini memiliki spec yang cukup tinggi agar seluruh fiturnya dapat dijalankan sempurna. Bahkan Komputer RRA pun sudah seperti ketinggalan jaman.

P_20150418_081215

Padahal dengan spec yang sama RRA bisa dengan smooth memainkan game Final Fantasy XIII / XIII-2, Far Cry 3, Crisis 3, Battlefield 4, dll dengan resolusi Normal atau High bahkan untuk beberapa judul game bisa di setup Ultra malahan. Namun untuk RIDE ini, dengan grafis RIDE yang gitu gitu aja hanya bisa memainkannya dengan resolusi minimum dengan windows mode. Hedeh ampun beratnya.

Problems

Yap…. Masalah…, game ini RRA rasa tidak/belum sempurna. Banyak bug didalamnya. Punya masalah yang sama dengan game MOTO GP 2013/2014 yaitu tidak ke detectnya keyboard dengan baik. Terkadang tombol arah bisa ter reset sendiri ke default atau malah tidak bisa ditekan sama sekali, jadi tiap mau maen game ini harus langsung menuju ke option dan re setup tombolnya agar bisa dimaenkan.

Jeda loading yang cukup lama cukup menjengkelkan, bahkan¬† ram 6 Gb milik RRA pun tidak membantu. Ditambah dengan save file yang mudah corrupt. Selama 9 jam permainan, RRA mengalami error sampai 3 kali dan error yang terakhir tersebut membuat RRA kehilangan seluruh data file dan harus mengulanginya dari pertama. Hmmm… sungguh bikin esmoni mas bro.

Ternyata, Tail Lamp X Road ambil dari motor ini... motor apa coba?

Ternyata, Tail Lamp X Road ambil dari motor ini… motor apa coba?

Last, RIDE salah satu game bagus bagi penyuka motor, tapi tidak yang terbaik, karena Moto GP 2013, Tourist Trophy ++ masih memiliki gameplay yang lebih ciamik. Ditambah dengan banyaknya bug disana sini, bagi pembeli game original jelas bikin stress tingkat dewa apalagi ketika save filenya corrupt.

Kenapa? MT-25 Seharusnya FZ-25

MT 25 spyshoot

RRA Blog – sudah jadi kabar burung bahwa sebentar lagi, Yamaha akan mengeluarkan product baru di lini motor sport yaitu versi naked dari Yamaha R25, MT 25. Penamaan sepertinya sudah resmi, bahkan logo Master of Torque pun tersematkan MT 25 ini.

Namun berbeda dari kakak dan adiknya, MT 25 sangat tidak berkesan MT tuh. Secara design sudah berbeda, karena MT series harusnya terkesan kecil, kurus, mirip jangkrik atau motor nya kesatria baja hitam jaman bahula kala. Sedangkan MT 25 secara design nya malah mirip gen dari FZ series yang gambot gambot gitu seperti byson, lucu sih jadinya.

MT 125

MT 125

 

Bandingkan MT 125 yang mungil tapi tajam dengan Vixion aka FZ15 yang gambot gambot

 

Terus kenapa coba kok YMII tetap menyematkan nama MT untuk naked bike 250cc nya? RRA rasa jawabannya adalah, nama FZ sendiri tidak terlalu populer di Indonesia, karena sebelumnya FZ series yang ada di Indonesia sudah di rebranding dari FZ15 menjadi Vixion dan FZ16 menjadi Byson. Sehingga nama FZ sendiri menjadi tidak terkenal.

Ditambah lagi bila bro and sis sering jalan – jalan ke Mall, dan melihat pameran Yamaha, maka Yamaha sebenarnya sudah memulai memperkenalkan branding MT series di Indonesia dengan menayangkan film kartun yang bertema MT series. Yah meskipun yang dikartun itu MT 09, tapi RRA melihat, banyak orang terkesima pada film kartun tersebut dari anak-anak, remaja, orang tua.

MT-09 Special

So… Menurut RRA, pemberian nama MT di MT-25 hanya sekedar branding saja. Untuk motornya sendiri, RRA tidak yakin akan benar-benar bertorsi layaknya MT series, karena di Indonesia itu kalau top speed ga tinggi dianggap motor lemot meskipun torsinya luar biasa. Apakah Yamaha berani bertaruh pada torsi dan melawan image pasar? atau ikut image pasar tapi akan dibully karena Master of Torque kok lemot tarikannya… Nah…