Sepantas Apakah Jokowi Menjadi President ?

20140722_235558_joko-widodo-jusuf-kalla-pidato-kemenangan

RRA Blog – Naahh.. pesta demokrasi telah usai, president pun telah terpilih dengan hasil akhir adalah Pak Jokowi – Pak Jusuf Kalla sebagai President dan Wakil President. Lho… terus kemana aja nih RRA kok baru bahas ginian. Tidak lain tidak bukan karena RRA ga ingin ikut memperkeruh suasana pemilu dengan hasutan yang ga jelas. Yah terkadang apa yang kita percayai benar di kubu lain bisa jadi salah bukan? Biarlah waktu yang membuktikan dan itulah kenapa RRA baru mengeluarkan artikel spesific tentang pemilu sekarang ini.

Back to Judul, pada saat pra pemilu kemarin, terbaca jelas di media- media lain, menurut Tim Sukses No. 1, bahwa Jokowi lebih pantas menjadi menteri saja, itu level maximal nya… bukan kelasnya president. Toh kalau Prabowo jadi President, untuk merangkul kubu no.2 adalah dengan menjadikan Jokowi menjadi salah satu menterinya.

Kita lihat dalam perbandingan sebuah perusahaan ya mas bro, Seorang Kepala Cabang Wilayah / Area General Manager, tentu saja tidak akan mau dijadikan Executive Level dibawah Direktur Utama meskipun secara gaji dan insentive lebih besar ketimbang Area General Manager. Kenapa coba? ada yang tau???  tidak lain karena, seorang Executive Level hanya akan menjadi kaki tangan dari Direktur saja, dia tidak membawahi Area General Manager atau Area Sales Manager, dia tidak punya power sedikitpun diatas mereka meskipun secara jabatan lebih tinggi dan bekerja di Head Office. Cukuppp cetar ga mengetahui kenyataan ini? nah artinya adalah Area General Manager itu bisa disebut Direktur kecil, karena dia punya kekuasaan atas wilayahnya dan tidak satupun yang bisa mengutak atik terkecuali Direktur Utama itu sendiri. Toh soal keuanganpun, seorang Area GM punya insentive nya sendiri, ketika achieve budget tentu saja dong insentivenya banyak, bahkan bisa lebih gede ketimbang orang – orang di Head Office.

Sama dengan Pak Jokowi dong, dengan posisinya sekarang dia Gubernur, dia adalah seorang President kecil, yaitu presidentnya pulau Jakarta. Saya pun yakin ditawari gratis buat jadi Menteri ya emoh dia… secara kekuasaan dia sudah dapet semua kok, Mau apalagi? ibarat kata nih, mending jadi president kecil lah, punya strategi planning, punya konsep, punya power yang dia pegang sendiri atas wilayahnya, ketimbang jadi menteri yang artinya jadi jongosnya President dan bisa ditendang sewaktu – waktu.

Terus apakah Jokowi artinya berambisi atas kekuasaan? nope… salah besar… berdasarkan prinsip yang RRA jelaskan diatas, untuk soal kekuasaan Jokowi sudah punya kok, ga ada beda nya mimpin sebuah kota kecil, sebuah wilayah tertentu atau sebuah negara besar. Konsepnya sama, caranya sama, tinggal diemplementasikan saja ketika dia sukses memimpin sebuah kota dan wilayah. Toh masing – masing jabatan jua punya power kekuasaannya masing – masing kok dan perlu diingat semakin tinggi posisi itu semakin capek lho… apalagi belum pernah pegang kekuasaan atas wilayah tertentu. Pastinya capek… ingat ini mimpin ratusan ribu orang sampai jutaan orang lho tentu berbeda dengan mimpin 100 s/d 1000 orang saja yang keperluannya tidak melulu soal pertahanan namun mencakup semua yaitu ekonomi, kesejahteraan, pertahanan dll.

Thats why kenapa RRA bersyukur President kita adalah Pak Jokowi – Jusuf Kalla yang terlebih dahulu sudah punya pengalaman dalam kepemimpinan. Toh Rakyat itu bagaikan HRD kok… pilih mana menjadikan Direktur Utama Perusahaanmu dari seorang GM atau seorang Fresh Graduate?

Salam 3 Jari, Persatuan Indonesia

jokowi-prabowo

Advertisements

One thought on “Sepantas Apakah Jokowi Menjadi President ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s